Jenis-Jenis Lantai Kayu

Apa itu lantai kayu ?

Lantai kayu atau istilah lain bisa di sebut juga parket. Dengan bahan dasarnya dari kayu yang di ambil dari pohon berkualitas yang baik dan dapat dijadikan pada lantai. Akan tetapi seiring perkembangan zaman lantai kayu dapat digunakan pada dinding, plafom, tangga dan lain sebagainya. disamping itu juga lantai kayu ada beragam jenis dan motifnya sehingga memiliki nuansa alam atau natural dan juga memiliki nilai lebih di segi artistik pada lantai kayu. Di samping itu juga patut di pahami tidak semua jenis kayu bisa di jadikan olahan lantai kayu. Diantara jenis kayu yang dapat digunakan atau diolah menjadi lantai kayu antara lain :

  • Kayu Jati
  • kayu Ulin
  • Kayu Sonokeling
  • Kayu Merbau
  • Kayu Sungkai
  • Kayu Kempas

Mengenai janis-jenis kayu diatas adapun penjelasan mengenai perbedaan dari masing-masing kayu tersebut yaitu :

kayu jati

Kayu jati merupakan tumbuhan yang berasal dari Burma, dari sana menyebar ke berbagai daerah yang munpunyai iklim muson, jenis kayu ini akan tumbuh baik jika kontur tanahnya memiliki curah hujan 1200-200mm/ atau berada di suhu 27-36 celcius. Janis kayu jati termasuk golongan kuat kelas 1.

Disamping itu juga kayu jati memiliki nilai lebih yaitu memiliki batang yang lurus, tahan terhadap perubahan cuaca dan tahan terhadap rayap, mengapa kayu jati ini tahan terhadap rayap karena memiliki semacam kandungan minyak alami yang tidak di suaki oleh rayap.

Kayu jati ini memiliki nilai khas pada warnanya seperti, warna coklat muda, coklat kemerahan dan ke abu-abuan. kerana kayu jati ini memiliki warna yang khas para pengrajin banyak menggunakannya untuk bahan pembuatan furniture.karena memiliki banyak keunggulannya.

Adapun proses sebelum menjadi furniture yaitu melalui tahap pengeringan kayu dengan cara pohon yang sudah di tebang lalu di potong menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan setelah itu ke tahap penjemuran oleh sinar matahari atau bisa juga mengunakan alat oven supaya cepata untuk proses pengeringan agar kandungan air yang terdapat pada kayu jati ini berkurang sehingga mudah di olahnya maenjadi berbagai furniture.

kayu ulin

Kayu ulin merupakan tumbuhan asli Indonesia dan tak heran setiap penjuru daerah Indonesia mempunyai tumbuhan tersebut. Pohon ini memiliki ketinggian sekitar 30,35 m dengan diameter 60-120 cm batangnya yang lurus dengan pencabangan yang datar sehingga kayu ulin banyak juga digunakan bahan furniture.

Kayu ulin mempunyai keunggulan yaitu mempunyai aroma yang khas,tahan terhadap rayap, kuat, keras dan bertekstur kasar. Dengan tekstur kasar, kuat dan keras kayu ulin ini cocok di gunakan sebagai bahan baku kontruksi.

kayu sonokeling

Kayu sonokeling atau disebut juga sanakeling memiliki ketinggian pohon 20-40 m dan tersebar di pulau Jawa yang memiliki ketinggian dibawah 600mdpl dengan curah hujan sekitar 750-5.000 mm pertahun. Pohon ini juga penghasil kayu yang keras dan indah.

Kayu sonokeling ini memiliki karakteristik yang keras,halus dan indah. bahkan jenis kayu sonokeling hampir tidak mempunyai kelemahannya oleh karena itu banyak dimanfaatkan juga sebagai bahan furniture.

Kayu Merbau

Kayu merbau atau disebut juga ipil mempunyai ketingian pohon mencapai 50 m dan bisa di temukan juga di Indonesia salah satunya daerah Maluku dan Papua.

Kayu merbau juga termasuk golongan kayu keras dan memiliki penyusutan yang rendah pada saat proses pengeringan sehingga tingkat kerusakan kayu yang rendah

kayu sungkai

Kayu sungkai atau istilalah lain Peronema canescens Jack bisa disebut juga sebagai jati sabrang. Memiliki ketinggian pohon 20-30 m dengan diameter maksimal 60cm. Pohon sungkai juga hampir tersebar di setiap daerah Indonesia yaitu Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah.

Kayu sungkai memiliki varian motif pada seratnya yaitu serat luru, serat mahkota, dan serat seperti mata. karena beragam motif seratnya kayu sungkai juga banyak di jadi bahan baku funiture.

Kayu kempas tumbuhan memiliki ketinggian 30 m dan tersebar di daerah Indonesia seperti Sumatra, Bangka, Belitung, dan Kalimantan.

Janis kayu kempas ini memiliki ciri khas bergaris dan biasanya digunakan bahan funiture salah satu contonhnya dijadikan decking kayu karena cocok berada pada luar ruangan yang memiliki garis pada kayu tersebut.

Dari Penjelasan di atas, untuk jenis-jenis kayu tersebut mempunyai keunggulannya pada setiap janisnya. Tidak heran lantai kayu mempunyai banyak nilai lebih karna di hasilkan dari jenis kayu yang berkualitas baik terutama dari segi keawetannya dan kekuatannya.


Kenali jenis perbedaan pada lantai kayu

Untuk lantai kayu sendiri terbagi menjadi 3 janis yaitu parket solid, parket leminate, dan parket engeered. Dari masing -masing jenis parket tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda tergantung penyesuain tempat untuk diaplikasikannya. Diantara jenis-jenis parket tersebut yaitu :

Parket Solid

Parket solid diambil langsung dari potongan kayu dan menjadi lempengan kayu yang di hasilkannya. Tak heran parket solid ini bisa dibilang kuat dan tidak mudah patah karena sistem pengolahannya yang di dapat dari pohon dengan kekuatan dan keawetan yang berkualtis baik.


Parket Laminate

Parket Laminate yaitu penutup lantai yang dibuat dengan menggunakan material serbuk kayu yang dicampurkan dengan berbagai material kimia lainnya sehingga menjadi bentuk lembaran papan, motif kayunya sendiri didapatkan dari motif-motif kayu yang dicetak lalu dipasangkan diatas permukaannya sehingga banyak varian motifnya.

Adapun jenis material pada parket Laminate dalam pembuatannya salah satunya HDF (high density fiberboards) karena unsur material HDF bisa dibilang yang paling kuat dari segi jenisnya. Adapun jenis-jenis material serbuk kayu yaitu :

  • LDF (low density fiberboards), untukJenis LDF sendiri jarang sekali untuk dipergunakan menjadi olahan furniture karena dari segi unsur kepatdatnya yang mudah rapuh .
  • MDF (medium density fiberboards)Jenis MDF memiliki unsur kekuatan yang baik dan ketahannya di bandingkan jenis LDF sendiri.
  • HDF (high density fiberboards)janis HDF memiliki unsur yang lebih padat, tahan air, dan tidak mudah patah. Untuk di jenisnya HDF yang memiliki kualitas yang lebih baik.

Dari beberapa jenis material untuk penggunaan olahan bahan yang sering digunakan yaitu janis HDF karena mempunya kualtis yang baik, namun bukan berarti jenis lain tidak atau jarang di pergunakan karena jenis lain pun sebagai pilhan juga dengan harganya yang terjangkau atau lebih murah dari jenis HDF.


Parket Engeered

Lantai kayu engeered merupakan olahan kayu yang di kombinasikan antara parket solid dan parket leminate dengan mempunyai karakteristik kelenturan yang baik dan tidak mudah patah.

Dari jenis-jenis parket di atas mempunyai keunggulan tersendiri sesuai kebutuhan yang akan di pakai. Dengan menggukan lantai kayu pada bangunan akan menciptakan nuansa alami terlebih mempunyai aroma yang khas pada lantai kayu dan ada nilai seni keindahannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *